Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan

Puisi

menggunakan kata 'Sonder'
bahasa belanda yang semula berbentuk Zonder berubah menjadi Sonder, yang berarti 'tidak' atau 'tanpa'...

ini merupakan kata yang jarang sekali digunakan dalam percakapan sehari-hari. namun meskipun begitu, ia juga termasuk kedalam bahasa Indonesia.


Sonder Rasa
Saat mata saling bertatap
Meraut penuh harap
Kau beriku senyuman
Membangun taman dalam angan

Setelah hati berpaut
Nama di sebut
Menjadi satu tujuan
Berjalan dalam satu naungan

Masa demi masa terlewati
Jiwa jiwa mulai berganti
Merenggut kembali janji
Aku seperti tak berarti

Kenapa sekarang tak peka?
Apa kau sudah sonder rasa ?
Berlalu dalam pilu
Menambah debu dalam kalbu

Bagai Mentari ku berlari
Mencari-cari yang tak pasti
Mengitari segala sisi
Demi Bumi kita sendiri
Sedang Kau sibuk menari

adikku sayang :)


salam  *Budak Melayoe
Kamis, 30 April 2015
Posted by Budak Melayoe
Pantun

menggunakan kata 'Sonder'
bahasa belanda yang semula berbentuk Zonder berubah menjadi Sonder, yang berarti 'tidak' atau 'tanpa'...

ini merupakan kata yang jarang sekali digunakan dalam percakapan sehari-hari. namun meskipun begitu ia juga termasuk kedalam bahasa Indonesia.


Berdayung sampan ke muara,
sampan didayung berkayu tipis.
Jikalau hidup sonder budaya,
Jati diri kan terkikis habis.

Bunga kemboja berdaun layu,
Bunga kenanga berwarna pucat.
Mengarungi hidup sonder ilmu,
Alamat kapal akan tersesat.

Ikan duyung berduyun duyun,
Ikan selais berenang riang.
Manusia yang jarang bersantun,
Bagai lautan sonder karang.




*Budak Melayoe
Posted by Budak Melayoe

Cinderella

Sedikit mengubah alur cerita dongeng, heheee.. masih karya pertama dongeng yang di modifikasi sedikit, jadi cerita ini masih banyak kurang nya. Mohon beri saran untuk perbaikan kedepannya. Ini tugas menulis (writing) dari dosen saya Pak Hilmi. 
selamat membaca, semoga menghibur dan tidak membosankan para pembaca.

Tibalah suatu hari giliran rumah nya yang dikunjungi sang utusan. Rumah nya sangat terpencil, itu yang membuat rumah nya menjadi rumah terakhir yang dikunjungi oleh utusan kerajaan ini. Ibu Marry (bunda tiri Cinderella) sangat gembira melihat kedatangan utusan pangeran itu. Ia langsung menghampiri dan mengatakan beberapa hal. Lalu sang utusan menyuruhnya membawa anaknya ke istana.
“Pangeran!!” seru sang utusan, “Aku telah menemukan gadis yang kita cari selama ini!” lanjutnya lagi tanpa sempat membiarkan pangeran ini menannggapai. Ia begitu senang bukan kepalang, karena telah memakan waktu berbulan-bulan baginya mencari gadis itu.
Dipintu masuk istana telah berdiri wanita paruh baya dengan seorang gadis. Terheran-heran pangeran, siapa gerangan mereka?. “Itu lah dia pangeran, gadis yang selama ini pangeran cari.” Seru utusan itu. Raut wajah pangeran pun bertambah bingung “Dari mana engkau tau bahwa dia yang kita cari?” tanya pengeran. “Saya bawakan ini untuk tuan.” Sela gadis itu. “Maaf tuan kalau saya lancang.” Sambil tersenyum gadis itu pun mengeluarkan pasangan sepatu kaca yang sebelah nya lagi. Pangeran heran bercampur lega karena gadis yang ia cari selama ini telah berdiri didepannya. Namun keheranan nya karena ia tak merasa apa yang ia rasa saat melihat gadis itu malam itu.

Keesokan pagi nya pesta pernikahanpun digelar besar-besaran di pekarangan istana. Semua rakyat diundang dan sesegala penjuru pun ikut berpesta dengan diadakan nya makanan gratis. Rakyat bersuka cita.
Dilain tempat Cinderella tak diizinkan menghadiri pesta  itu. ia dikurung dirumah. Diperintahkan untuk menjaga rumah tanpa diberi sedikitpun izin untuk meninggalkan rumah itu, dibuatlah ia sibuk dengan segudang pekerjaan rumah. Namun ada sedikit kekeliruan dalam hatinya dan beberapa pertanyaan yang masih membuatnya bingung. Mengapa sepatu kacanya bisa ada di kakak tiri nya? Kapan sepatu kaca itu diambil dari gudang? Dan beberapa pertanyaan lain yang masih mengusik benak nya. Namun Cinderella tak pernah merasa iri akan apa yang telah berlaku. Ia turut bahagia dengan pernikahan kakak nya ini. Setelah semua pekerjaan selesai ia pun kembali ke kamarnya, mengambil baju gaun ajaibnya. Apa gerangan yang sedang dilakukan peri saat ini? Apa ia tak tau perihal pesta pernikahan pangeran dengan kakak nya ini?. Sambil memeluk gaun itu ia menitikkan air mata. Dipakai nya lah gaun itu kembali dan menari seolah-olah ia menari di istana bersama seluruh rakyat dan membayangkan andai pesta itu ditujukan untuk dirinya.

Pesta usai, hari-hari yang dilalui nya kembali normal. Namun kali ini tanpa kehadiran kakak-kakak dan ibu tirinya. Mereka tak mengajak serta Cinderella pindah ke istana. Kini Cinderella merasa kesepian. Suatu hari ketika ia hendak membeli perbekalan makanan di pasar, ia menabrak seseorang dengan tubuh besar dan mengenakan seragam istana. Tak sangka ia telah menabrak pangeran, cinta pertamanya. Ia berlari. Sontak pangeran langsung mengejarnya. Ada hal yang mengganjal dalam benak pangeran ini. Siapa gadis ini? Kenapa benda itu ada padanya? Aku harus mencari tau!. Batin pangeran Henrique.

Pangeran berhenti di depan sebuah rumah yang jauh dari istananya. Rumah tua berukuran besar, seperti rumah para bangsawan terdahulu. Dengan dua lantai, dua balkon dan taman luas lengkap dengan bunga mawar yang memenuhi taman itu. tak hanya itu, rumah ini juga memiliki kebun labu yang cukup luas. Labu yang tumbuh subur berbuah besar. Tak mau berlama-lama dan takut disangka penjahat, pangeran langsung menuju pintu depan, berniat mengetuk pintu, namun Cinderella sudah lebih dulu membukakan pintunya. “Apa gerangan tuanku datang kemari?” tanya nya dengan mimik wajah ketakutan. “Aku hanya ingin bertanya, anting siapakah yang kau gunakan itu?, darimana kau mendapatkannya?” Cinderella sontak kaget, ia tau maksud dari pertanyaan pemuda ini. “oh, ini milik kakak ku, ia memberikannya kepadaku.”
“apakah kakak mu ini wanita yang aku nikahi minggu lalu?” tanya pangeran selidik
“iya” jawab nya singkat. Merasa dibohongi, pangeran lalu menyuruh Cinderella tinggal di istana. Karena dengan begitu ia bisa kenal lebih jauh dengan gadis yang dicurigainya ini.
“Jika memang kau ini adiknya Odet, maka mengapa tak tinggal di istana seperti adik dan ibunya? Apa kau ingin membohongiku? Atau kalung itu kau curi dari Odet?”
“Tidak yang mulia, mana berani hamba selancang itu. hamba tinggal disini tak lain hanya ingin menjaga rumah peninggalan ayahanda kami, hamba hanya ingin merawat rumah ini sampai kahir hayat nanti”.
“Sekarang aku perintah kan engkau untuk ikut bersamaku ke istana, biar nanti utusanku yang merawa rumah, kebun beserta seluruh isinya! Ini perintah!” Setelah mengucapkan itu pangeran naik ke atas kudanya dengan mengisyaratkan Cinderella juga mengikutinya. Tak bisa menolak perintah Cinderella melepaskan ikatan kudanya lalu mengikuti pangerean dari belakang.
Sesampai nya di istana pangerean langsung meminta seluruh anggota keluarga beserta raja dan ratu untuk ikut berkumpul di ruang keluarga dengan dalih ada hal penting yang hendak ia utarakan. Disanalah pengeran menjelaskan semua apa yang terjadi tadi siang dan memerintahkan Cinderella masuk. Kaget bukan kepalang ibu dan kakak-kakak tirinya melihat sosok Cinderella hadir di istana.
“Ia bisa menghancurkan semua rencana kita.” Gumam ibu tiri nya seraya berbisik yang hanya bisa didengar oleh kedua anaknya. Mereka pun saling melirik cemas. Mengapa pangeran bisa tau keberadaan Cinderella?.
Dengan agak sedikit takut Cinderella memperkenalkan diri kepada seluruh anggota keluarga kerajaan. Ratu langsung menyukai gadis ini. Caranya tersenyum sangat tulus dan anggun. Pelukan hangat langsung diberikannya kepada Cinderella sembari berkata “Welcome my girl, selamat datang di istana.” Raja paham betul perilaku istrinya. Istrinya jika berkenalan dengan orang asing yang langsung disukainya pasti begitu. Raja pun ikut menyambut dengan senyum hangat. “Odet, sambutlah adikmu! Tak baik juga ia tinggal sendiri dirumah itu. masalah perawatan serahkan saja pada prajurit istana ini.” Kata ratu dengan bijak. Dengan sandiwara nya Odet, cicilia dan Marry menyambut kehadiran Cinderella sembari cipika-cipiki.
Selama tinggal di istana Cinderella sangat rajin, ia suka membantu tukang kebun dan para pelayan di istana. Mereka sangat sayang kepada Cinderella. Sampai-sampai ratu tak sanggup lagi untuk melarang gadis ini untuk tak ikut campur pekerjaan istana. Berbeda sekali dengan kakak-kakak nya, yang hanya sibuk dengan perhiasan dan gaun-gaun. Hal ini yang membuat ratu lebih sayang kepada Cinderella dibandingkan menantunya, Odet.
Pangeran pun merasakan hal yang sama. Ia mereasa aneh. Merasa tak asing ketika menatap Cinderella. Rasa-rasa sudah pernah bertemu gadis ini sebelumnya. Kecurigaan itu semakin bertambah tatkala ia mengajarkan gadis ini berkuda. Setiap kali hendak turun dari kudanya Cinderella selalu kesakitan dibagian pergelangan kakinya. Alasan nya ia pernah tergelincir ketika mengepel lantai rumah. Namun pangerean tak seratus persen percaya, karena kaki nya ada bekas luka goresan sepatu, dan hal itu tak nampak ketika Odet datang membawa pasangan sepatu kacanya. Ia harus menyelidikinya lebih jauh.
Saat bercengkrama dikamar ibu tiri nya, Marry dan dua putrinya, Odet dan Cicilia mereka menceritakan kekhawatiran mereka akan kehadiran Cinderella. Kecemasan dan keinginan mereka mengusir Cinderella dari istana. Tanpa mereka sadari percakapan menjalar kearah sesuatu yang seharusnya tak mereka ungkit di dalam istana ini. Tentang bagaimana sepatu itu mereka ambil dari gudang tempat Cinderella menyimpan sepatu kaca miliknya. Hal ini didengar oleh salah satu pelayan istana dan langsung disampaikan ke pangeran Henrique.
Mendengar kabar ini, pangeran langsung memanggil utusannya, Usop. Usop lah yang ia perintahkan untuk mencari gadis pemilik sepatu kaca itu.
“Ada apa gerangan tuanku memanggil hamba kesini?” tanya Usop keheranan.
“Usop!, saat kau membawa Odet ke istana apa sebelumnya kau cobakan dulu sepatu itu dikaki Odet?” tanya pangeran tajam.
“Ampun beribu ampun yang mulia! Tidak yang mulia, karena ia memiliki pasangan sepatu kaca itu, dimana tak seorang gadis pun di negeri ini yang memilikinya. Jadi hamba rasa memang dia lah gadis pemilik sepatu kaca yang kita cari.”
“aduuuh,..!! bego nya kauuu, Usooop!!” bentak pangeran. “Sekarang aku tugaskan kau kumpulkan seluruh anggota keluarga kerajaan dan seluruh pelayan, peternak serta tukang kebun istana. Umumkan bahwa aku ada hajat penting yang ingin aku sampaikan!”
Setelah seluruh anggota kerajaan berkumpul, pangeran menyuruh salah satu pelayan untuk mengambil sepasang sepatu kaca yang selama ini di pajang di kotak kaca ruang keluarga kerajaan, dengan alasan Odet tak mau lagi mengenakan sepatu kaca itu.
 Perlahan-lahan pangeran menjelaskan maksud dari semua ini. Penjelasan pangeran ditangkap langsung oleh Marry, Odet dan Cicilia.
Dan terkaget Odet dibuatnya tatkala pada akhirnya ia disuruh mengenakan sepatu kaca itu didepan khalayak ramai. Odet mencoba berdalih bahwa ia makan terlalu banyak akhir-akhir ini, jadi sudah pasti sepatu itu tidak muat lagi dikaki nya. Namun pangeran tetap memaksa. Hingga Odet tak mampu mengelak, dan akhir nya… ngiiitt,..ngitt.. decit sepatu diatas lantai istana menandakan keseimbangan Odet mulai rubuh. Sepatu itu memang tak muat dikaki Odet. Laahh…memang bukan ukuran nya. Hahaa... Cicilia pun disuruh mencoba tapi malah longgar. Dan pada akhirnya pangeran memerintahkan Cinderella untuk mengenakan sepatu kaca itu.
Pas. Tak kurang tak lebih. Sepatu nya cocok dikaki Cinderella. Anting-anting yang dikenakan Cinderella pun bercahaya merespon energi sepatu kacanya, dan PONG!!.. keluarlah sesosok peri yang selama ini dinantikannya. Satu kali ketukan Cinderella disulap menjadi gadis cantik lengkap dengan gaun yang ia kenakan di pesta jamuan malam itu.
“Aku sudah menduga bahwa kau lah gadis yang kucari selama ini.” Ucap pangeran sembari mengulurkan tangannya. “maaf atas kelalaian ku.” Tambahnya.
Ratu, Raja dan seluruh yang hadir terperangah, tak percaya akan apa yang telah terjadi. Kejadian itu bagai dialam mimpi.
“Tangkap para penipu ini!!!” seru pangeran kepada prajurit kerajaan. Marry, Odet dan Cicilia ditangkap dan dipenjarakan, mereka tak diperbolehkan menghadiri acara pesta pernikahan kerajaan.
Namun Cinderella tetaplah Cinderella. Gadis berhati mulia. Ia memaafkan semua kesalahan kakak dan ibu tirinya selama ini, dan memohon agar mereka diperbolehkan hadir diacara pesta pernikahannya. “Mereka adalah keluargaku, dan selayaknya lah diperlakukan seperti sebuah keluarga.” Ujarnya kepada pangeran Henrique.
Seperti selayaknya cerita dongeng lain. Disini saya bikin ending yang bahagia. Cinderella hidup bersama pangeran dirumah Ayah nya. Kini bersama pangeran Henrique yang sekarang telah dilantik menjadi raja ia memiliki 3 orang anak yang gagah dan cantik. Bersama rakyat yang sejahtera. Yang mencintai Raja dan Ratu mereka, mereka hidup bahagia.

Happily ever after… :)
Senin, 20 April 2015
Posted by Budak Melayoe

Pantun Cinta


Butuh kata tuk ungkapkan
Butuh hati tuk pahami
Lebih nyata dengan tindakan
Dari pada mengumbar janji

Berdayung sampan hai si penghulu
Sampan didayung sampai ke hulu
Jikalau memang tuan tau
Apa beda cinta dan nafsu?

Anak bujang memanen tebu
Habis dipanen tanam yang baru
Jikalau memang bercinta pilu
Mengapa ia masih berlaku?

Buah delima merah warnanya
Saat dimakan rasanya kelat
Cintai Allah dan rasul-Nya
Kan beroleh berkah dunia akhirat

Berteduh dibawah pohon cemara
Diatas pohon tumbuh benalu
Ketika cinta sudah bicara

Dua insan menjadi satu

Berfatwa raja pada panglima
Angkat jangkar kembangkan layar
Jangan risaukan hilang nya cinta
Takkan lari jodoh dikejar
Posted by Budak Melayoe
Tag :

Pantun Ceria



Buah labu buah pedada
Tumbuh di samping padang ilalang
Seronok nampak hai khalayak muda

Bermain bola di tanah lapang
Posted by Budak Melayoe

Cintai Ia, maka kau kan dapatkan mereka


Ketika agama berkata jangan abaikan cinta pencipta,
jangan buang kasih sang Kuasa, hilang rasa hidup binasa
Dengar kata sang guru, cintai ilmu, amalkan selalu,
perbaiki tingkah laku, jauhi hal-hal tabu

Saat langit menangis, awan merintih dan bumipun terisak,
laut mulai gaduh hingga gunung- gunung berteriak
Hanya untuk mengadu pada-Nya
Mengapa keserakahan dan ketamakan tak pernah sirna?

Saat bumi dan langit menyerahkan segala cintanya
Memberikan segala hal yang dimilikinya
Manusia merenggut dengan rakus dan tanpa rasa dosa
Tak banyak yang ia tuntut sebenarnya, Ia hanya ingin kan cinta

Banyak kata-kata cinta yang diumbar untuk yang terkasih
Namun itu hanya sebentuk cinta fana dan semu
Mengapa tak sang khalik yang ia jadikan kekasih?
Dimana bumi berlutut pada-Nya tanpa ragu

                                                                                                                        *Budak Melayoe
Senin, 06 April 2015
Posted by Budak Melayoe

Tragedi 1M

By : Budak Melayoe
harap masukkan komentar
sebagai motivasi untuk saya
dan pembelajaran juga buat saya :)

         Setengah jam aku menunggu antrian, tapi nomor antrianku masih berjarak sembilan nomor lagi. Seseorang dengan setelan jas silver rapi memasuki bank dan langsung menuju ke sebuah ruangan. Langsung saja kukira ia adalah manager ataupun staff  executive bank ini. Namun lima belas menit berselang si pria berjas pun keluar, kali ini bersamaan dengan koper silver yang ditentengnya, senada dengan setelan jas nya. Saking focus nya aku memperhatikan nya tak kusadari di sampingku telah duduk pria paruh baya yang ikut mengantri. Ia menyapaku, memecah perhatianku. Kuperhatikan tampilannya, tak ada yang istimewa. Hanya menggunakan baju kemeja putih kusam bergaris vertical biru tua.
            Pria ini selalu mengoceh. Tentang pekerjaan nya, anak-anak nya, sesekali menanyakanku juga, mengajakku bercakap-cakap, selang beberapa menit pria ini hendak ke toilet dan menitipkan tas kain bercorak merah-biru tua, bentuk tas jinjing yang biasa digunakan orang-orang mudik. Tibalah giliranku. Aku pun menuju teller. Hanya ada satu teller disini. Kantor cabang bank yang kecil dengan fasilitas sepuluh bangku tunggu dan satu mesin ATM, membuat antrian lambat berjalan. Ya, aku tinggal di perkampungan kecil. Tak banyak masyarakat yang mengenal perbankan. Kecuali para kariyawan kantor dan mahasiswa sepertiku yang menggunakannya untuk administrasi akademik. Oke, kembali lagi ke ceritaku tadi. setelah kuselesaikan pembayaran kulyah untuk semester depan, aku pun duduk kembali dibangku tunggu, tempat yang sama saat aku mengantri. Bukan lagi hendak mengantri, melainkan menunggu laki-laki yang menitipkan tas nya tdi kepadaku.
             Aku heran dan bertanya-tanya, apa yang ia lakukan, hingga dua jam lebih aku menunggu ia tak kunjung datang?. Kuurung kan niatku untuk pulang dan meninggalkan tasnya. “Baik, akan ku tunggu 15 menit lagi.”, gumamku dalam hati sambil melirik jam di dinding yang terletak di belakang meja teller itu.
            Kini 15 menit itu telah berlalu. Aku melangkah ke pintu toilet hendak mengecek keberadaan laki-laki tadi, tak ada siapa-siapa. Kesabaranku sudah habis. Kusambar tas nya lalu melangkah keluar. Aku hendak melaporkan atau menyerahkan tas ini kekantor polisi sebagai barang hilang. Kuraih sepedaku yang kuparkir tepat disebelah sepeda motor tua. “tas besar dan berat ini, apa isinya sebenarnya?”. Saat aku meletakkannya kedalam keranjang sepeda, ku intip sedikit. Terperanjat setengah mati aku dibuatnya !. tas ini berisi uang pecahan seratus ribu, banyak, tak tau berapa lembar. Kuperkirakan isi nya mencapai 1 Miliar. “Apa maksudnya, menitipkan tas yang begitu berharga ini kepadaku dantanpa kembali?” pikiranku becabang-cabang saat itu. Jantungku pun mulai gugup. Banyak kemungkinan-kemungkinan yang terlintas dibenakku. “Tak mungkin ia tak punya maksud tujuan meninggalkan tas ini kepadaku.” Pikirku lagi. “Semoga tak terjadi apa-apa padaku nantinya.”
            Tak ingin berlama-lama aku langsung mengayuh sepeda tuaku sekencang-kencangnya. Makin kuatlah niatku untuk melaporkan tas bermasalah ini kekantor polisi. Sesampi nya  di sana aku tak ingin berlama-lama, langsung ku ceritakan detail kejadian hingga selesai. Polisi berkata “Baiklah, serahkan kasus ini kepada kami.” Aku pun pulang dengan segera, hati lega setelah melaporkan tas itu.
            Sayang sungguh sayang, apa yang kutakutkan pun terjadi. Sepeda bututku tak mampu melaju seperti kuda di film-film romawi itu. Aku dihadang oleh mobil ford hitam buatan Amerika tahun 2010, perkiraanku. Mereka menculikku dan membawaku ke hutan, tak bisa kuperkirakan tepat nya dimana. Mataku ditutup dengan kain hitam, dan aku tak ingin melawan sekelompok orang berbadan besar dengan shot gun di balik jas nya itu. Sengaja ku kibaskan tanganku saat ia hendak mengikatku tadi semata-mata untuk memastikan ada tidaknya senjata itu. Sesampainya di hutan mereka berucap-ucap yang kata-katanya tak bisa kupahami. Logat kental Rusia, pikirku. Dan dengan bahasa yang sama mereka menanyaiku. kujawab hanya “I don’t know”. Berkali-kali ditanya, kujawab juga dengan kalimat “I don’t know!”  Karna hanya kata itu yang kutau. Setidak nya yang kutangkap dari film-film Hollywood.
            Aku pun dihajar dengan puluhan kali pukulan, beberapa diantaranya kurasakan hentakan kayu mendarat di beberapa bagian tubuh, punggung, kaki, lengan dan terakhir perut. Terakhir ku dengar suara ledakan menggelegar. Lalu tak mampu mendengar apa pun. Suara itu membuatku tuli. Sakit luar biasa di pundak membuatku terasa hampir mati. Kesadaran ku pun mulai hilang. Perlahan-lahan gelap gulita.

            Saat sadar aku sudah berada di rumah. Ibu meraung-raung. Menangisi keadaan ku. Dokter berkata “Dia harus dibawa ke rumah sakit, penyakit nya ini lama-lama bisa membahayakan nya, khayalan dan imajinasi nya sudah semakin parah. Ia bisa mati karenanya.” Lalu kudengar ibu menjawab “Tapi ia bertingkah normal selama ini. Dan kulyah nya lancar-lancar saja. Apa penyakit ini bisa diderita oleh orang yang bertingkah normal, dok?” “bahkan profesor pintar sekalipun.” Ujar dokter sambil tersenyum. “Ia bercerita adanya kasus kriminal, dengan uang sejumlah 1 miliar dalam tas yang ia peroleh dari seorang laki-laki. Tapi tak ada saksi akan hal itu, dan di CCTV bank tak ada seorangpun yang berdialog dengan nya, ia terlihat bercakap-cakap sendiri. Dan di kantor polisi tak ada tas yang dimaksud, padahal ia mengatakan telah meletakkan tas itu di samping meja si polisi, lalu pergi segera tanpa sempat ditnyai si polisi. Tak ada saksi yang melihat ia pergi dengan mobil sedan hitam. Ibu, tolong dengarkan saran saya dan segera bawa ia ke rumah sakit dan coba konsultasikan ini ke dokter jiwa, dokter sofia, kenalan saya. Ia biasa menangani kasus ini.” Jelas sang dokter panjang lebar kepada si ibu. “Ia bisa menyiksa dirinya sendiri, bahkan kalau tidak ditangani segera ia bisa mati karena nya.” Katanya lagi sambil membereskan peralatan medis yang digunakannya untuk mengobati luka-luka paijo. Sebelum berlalu pergi ia berkata “ini schizophrenia.” Dokter berlalu, sambil meninggalkan secarik kertas, seperti sebuah kartu nama. Tertulis disana alamat seseorang yang bernama Sofia Risma. Isak tangis sang ibu semakin bertambah.
Minggu, 05 April 2015
Posted by Budak Melayoe

Just Kidding

By :  Budak Melayoe

Pengorbanan
Berminggu-minggu kutahan selera, berbulan-bulan tak nikmati cemilan. Hanya demi ini, sepatu keluaran terbaru yang ku idam-idamkan. Sambil mengangkat kantong belanjaan aku pulang melenggang.
Kebiasaan
Wow! Mengapa mata Joni terlihat lebam pagi ini? Apa ia terlibat perkelahian? Sambil melangkah menuju kursi badannya pun terlihat lemas. Usut punya usut, ternyata ia tak tidur semalaman mengerjakan tugas pak hilmi. Hahaa..! Dasar Joni pemalas!
Bulir Hitam
Kulihat ada sisa belahan pepaya di atas meja. Kubersihkan bijinya walau masih ada beberapa bulir yang tersisa. Saat dimakan sedikit terasa asam. Hoek! Ternyata itu bulir hitam tuan cicak yang tercecer.   (T-T“)>
Kibaran Sang Saka
Pak Andi hendak memancing. Dengan motor butut ia melaju ke sungai. Ada rekan sekerjanya yang menyusul. Disangka nak memacu, pak Andi pun menambah kecepatan. Si rekan pun balas melaju. Begitulah hingga sampai di tujuan. Sambil terkikik rupanya sang rekan ingin menjelaskan bahwa pada ujung pancingan pak Andi tersangkut bra sang isteri. Huahahaaa..
Hati-hati
Tika berjalan sambil bersosmed ria. Ucok mengirim pesan bbm “Hati-hati, Ka!” bingung dengan maksud si Ucok. Ketika hendak membalas pesan Ucok ZRAASH..!! badan Tika basah. Tit-tit. Pesan masuk. “Sudah kubilang hati-hati, Ka! Masih saja kau pandang itu kau punya ha-pe!” dari depan Ucok terlihat menghampiri sambil tertawa HuaHaaHaa.. “Dasar Ucok bangsaaat! Gara-gara pesanmu ini aku masuk kali, Bodooo!!” ujar tika di status fesbuk nya.*Eeh  -_-“

 (ketawa yuk ah).
Posted by Budak Melayoe

Popular Post

Blogger templates

Blog Archive

- Copyright © Powered by Blogger - Edited by Ridha Aulia -